Kaniga Pictures dan Rekata Studio mengeluarkan karya terbarunya yakni film Budi Pekerti disutradarai Wregas Bhanuteja. Bahkan berhasil raih 17 nominasi di ajang FFI (Festival Film Indonesia).

Film ini memboyong beberapa aktor ternama, She Ine Febriani (Ibu Prani), Dwi Sasono (Pak Didit), Prilly Latuconsina (Tita), serta Angga Yunanda (Muklas). Secara garis besar, film ini berkisah tentang seorang guru BK.

Bu Prani membelikan kue putu favorit suaminya, Pak Didit dan berjumpa dengan pembeli yang menyerobot antrean. Karena tidak terima, Bu Prani menegur orang itu tapi justru emosinya direkam banyak orang.

Akhirnya hal itu berpengaruh pada karir, bahkan kehidupan keluarganya berikutnya. Warganet atau netizen bertindak sebagai hakim, sehingga Bu Prani dihujat habis-habisan.

Film Budi Pekerti

Film Budi Pekerti Menyorot Fenomena Sosial yang Jarang Diperhatikan

Selama 110 menit, film ini membawa Anda mengikuti bagaimana usaha sang protagonis agar bisa membersihkan nama baiknya. Tentu hal ini tidak gampang, karena tiap langkah justru menghasilkan masalah baru.

Film ini memperlihatkan efek domini dari sosial media yang mengerikan untuk korban layaknya Prani. Hanya karena rekaman video amatir yang diposting di medsos membuat citra dan nama baiknya hancur.

Padahal netizen juga tidak tahu sebenarnya bagaimana kebenaran dibalik video yang viral tersebut. Akan tetapi banyak diantara warganet yang menganggap dirinya berhak untuk menghakimi tindakan Prani itu.

Namun di lain sisi, pengunjung pasar lainnya juga telah melanggar privasi dari Prani karena merekam tanpa izin. Tentunya efek domino yang ditunjukkan dalam film Budi Pekerti ini semakin parah.

Sebab netizen langsung mempercayai kejadian dari video viral tersebut tanpa mencari bagaimana kebenaran aslinya. Jika dicermati, fenomena sosial itu memang tidak asing, apalagi di era serba digital sekarang.

Masyarakat bebas merekam atau memfoto orang lain tanpa meminta izin dulu. Kemudian menciptakan narasinya sendiri berdasarkan pendapat perekam dan memposting ke sosial media miliknya, lalu mendapatkan banyak simpati dari orang lain.

Kejadian yang dialami Prani serta keluarganya menunjukkan gambaran sebenarnya bagaimana mengerikannya kehidupan sosial. Namun sayangnya isu tersebut justru tidak banyak diperhatikan dan dikritisi, bahkan semakin ramai video viral dari rekaman amatir.

Akting Pemain Film Budi Pekerti dan Cinematografi Menarik

Jajaran pemain papan atas sukses sampaikan emosinya secara tepat kepada penggemar di tiap karakter. Sepanjang film Budi Pekerti, She Ine sukses gambarkan Bu Prani yang menjaga emosinya sembari selesaikan masalah.

Sementara Dwi Sasono juga berhasil gambarkan keadaan orang bipolar di awal. Sementara Prilly dan Angga juga sukses menyampaikan perasaan gundah sesuai caranya sendiri-sendiri saat orangtuanya mengalami musibah.

Selain pemain utamanya, Gora (Omara Esteghlai), mantan siswa juga sukses menjadi sorotan di akhir film. Tidak heran jika para pemerannya masuk nominasi Piala Citra 2023, sebab memang layak mendapatkannya.

Bukan hanya ceritanya yang relate dengan kehidupan, film Wregas juga menarik dari visualnya. Ditambah lagi BudiPekerti hadirkan simbol semiotika di mana visualnya dan itu menunjukkan ciri khas.

Namun sejumlah simbol simiotikanya itu masih kurang tepat digambarkan ketika menontonnya. Berbeda dengan Penyalin Cahaya di mana maknanya terlihat sangat jelas.

Meskipun genrenya drama, tapi berhasil membuat penonton takut dan lebih hati-hati saat bersikap di sosmed dan publik. Memang tidak salah apabila film Budi Pekerti jadi salah satu yang terbaik tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *