Site icon Berita Terkini Perfilman

Malam Para Jahanam, Kisah Anak Terjebak di Desa Horor

Film Malam Para Jahanam menceritakan tentang kisah anak yang sedang terjebak di desa horor. Film horor berdurasi selama 89 menit yang digarap oleh Starvision Plus dan sudah tayang pada awal Desember 2023.

Sutradara dari film tersebut adalah Indra Gunawan yang menggaet produser terkemuka yakni Chand Parwez Servia bersama Fiaz Servia. Film ini ditulis oleh Indra Gunawan sekaligus menjadi sutradara dan juga Sugeng Wahyudi.

Sinopsis Film Malam Para Jahanam

Cerita awal pada tontonan ini adalah munculnya sosok Rendi (Harriz Vriza), Siska (Amel Carla), dan Martin (Zoul Pandjoul). Mereka sedang mengantarkan jenazah kakeknya di sebuah desa yang terlarang.

Karena menurut wasiat, kakeknya tidak boleh dibawa ke desa tersebut, sehingga muncul sebuah konflik baru. Seharusnya perjalanan biasa malah menjadi sebuah mimpi buruk ketika mereka terjebak di desa horor tersebut.

Mereka harus berjibaku dengan teror dendam para zombie yang ada di film ini. Pertolongan hadir dari Dira (Aghniy Haque) dan Marni (Djenar Maesa Ayu), keduanya membuka lembaran kelam terdahulu.

Ternyata ada konflik antara kelompok santri Kyai Malik (Teddy Syach) dengan kelompok pemuda rakyat komunis pada tahun 1965. Lantas, konflik pada film memuncak dan menjadi kisah horor cukup mengerikan.

Zombie yang Justru Kurang Masuk Akal

Malam Para Jahanam menceritakan tentang perjalanan anak-anak yang mengantarkan jenazah kakek ke sebuah desa berbuah menjadi cerita horor. Namun, terdapat beberapa ekspektasi cukup tinggi dari para penonton terhadap film genre horor  ini.

Hal ini dikarenakan sutradara MPJ pernah menggarap film Dear Nathan yang berhasil populer di eranya. Film MPJ juga berani membawa zombie sebagai pengganti setan-setan pada umumnya yakni pocong maupun kuntilanak.

Akan tetapi, terdapat plot hole yang membuyarkan alur cerita sehingga kurang menarik untuk dinikmati. Di dalam MPJ, para zombie dapat berbicara normal layaknya manusia, sehingga terkesan kurang mengerikan.

Malah justru bikin penonton berpikir dan tertawa karena melihat zombie bisa berkomunikasi normal seperti manusia pada umumnya. Padahal pada fase awal film ini cukup menghadirkan kisah bagus dan menarik bagi penikmat film horor.

Cerita awal Malam Para Jahanam yang mana kakek memberikan permintaannya atas wasiat masih masuk akal diterima para penonton. Setelah kehadiran zombie dan di fase berikutnya, membuat film ini jadi tidak terlihat natural lagi.

Di film-film lain, ketika zombie hadir seharusnya menjadi elemen pembawa ketegangan dan menakutkan, namun berbeda setelah melihat MPJ. Keputusan kurang konsisten di setiap karakter utama juga terlihat terlalu dipaksakan.

Pengalaman penonton dalam melihat cerita film ini mungkin akan campur aduk. Karena kisah horor yang kurang menyeramkan, ditambah ada beberapa hal tidak logis justru dibawa pada film Malam Para Jahanam.

Exit mobile version